Facebook Minta Maaf Kepada Australia atas tindakan menyekat kandungan berita

 


Facebook nampaknya terkesan di Australia. Langkah mereka untuk menyekat kandungan berita menghasilkan kritikan, sehingga kesalahan dan akhirnya meminta maaf.


Desakan Pemerintah Australia di Facebook untuk membayar media yang berita yang dipaparkan di Facebook telah disambut negatif oleh syarikat milik Mark Zuckerberg. Facebook membuang semua berita dari garis masa pengguna Facebook di Australia.


Langkah Facebook untuk menyekat kandungan berita adalah satu kesalahan. Pertama, PM Australia Scott Morisson sangat marah. Kedua, media massa di Australia juga melawan. Dihapus oleh Facebook, siapa yang takut! Itulah suara media Australia secara ringkas.


Facebook telah meminta maaf. PM Australia Scott Morrison mengatakan Facebook sudah bersedia untuk berunding setelah sekatan berita itu mendapat kritikan.


"Tindakan tidak wajar. Kami menghargai permintaan maaf. Sekarang mari kita perbincangan dan membuat kesimpulan yang baik," kata Morrison.


VP Public Policy Facebook untuk Asia Pasifik, Simon Milner mengatakan bahawa dia sudah bersedia untuk mengambil langkah dari Kerajaan Australia. Ketua Pegawai Eksekutif Facebook Mark Zuckerberg telah dihubungi oleh Bendahari Negara Josh Frydenberg.


Ini adalah perkara yang sangat sukar. Kami tidak pernah melakukan ini sebelumnya. Kami meminta maaf atas kesalahan yang kami lakukan," kata Milner.


Sebelumnya, Ketua Jurnalisme Kepentingan Awam di Australia, Allan Fells mengatakan Facebook boleh menghadapi tuntutan mahkamah atas tindakannya menyekat berita untuk pengguna di Australia. Diserang dari kanan dan kiri, Facebook goyah.



Sekiranya Facebook ingin mengabaikan berita dan fakta Australia, maka inilah masanya bagi orang Australia untuk mengabaikan Facebook. Negara kita cantik, mari kita buka mata dan melihat-lihat," kata Joe Hildebrand, editor News.com Australia.


Media ini bahkan membuat pengumuman, sehingga pengguna memuat turun aplikasi dan tidak mencari berita dari Facebook.


"Anda tidak memerlukan Facebook untuk mendapatkan berita. Daftar untuk aplikasi kami untuk berita terkini," mereka mengumumkan.


Langkah ringkas dan berani oleh pemerintah dan masyarakat Australia ke arah Facebook, mungkin menjadi inspirasi bagi negara-negara lain. Sebenarnya, penguasaan dan monopoli gergasi teknologi dapat ditentang.