Poco M3 yang kompetitif vs Oppo A53, Pilih Yang Mana?

 


Poco M3 baru diperkenalkan bulan lalu . Poco mendakwa telefon pintar ini adalah pembunuh tahap baru untuk pasaran.


Kami akan membandingkan Poco M3 dengan telefon pintar lain dalam kelas yang sama.


Sebagai perbandingan, kami memilih Oppo A53 yang sebenarnya dilancarkan tahun lalu. 


Kami juga membuat perbandingan ringkas ini untuk mengetahui pengalaman setiap telefon pintar ketika digunakan dalam penggunaan harian.


Untuk reka bentuk, Poco M3 dan Oppo A53 mengambil pendekatan yang berbeza. Telefon pintar Poco baru dilengkapi dengan reka bentuk takaran waterdrop, sementara Oppo A53 hadir dengan lubang punch.


Kedua-dua reka bentuk ini biasa digunakan pada telefon pintar pada masa kini. Tetapi harus diakui, reka bentuk lubang punch kini menjadi pilihan lebih banyak vendor, dan bukannya lekapan waterdrop.


Bagi resolusi layar, Poco M3 hadir dengan resolusi Full HD Plus (2340x1080) dan Oppo A53 mempunyai resolusi layar HD Plus (1600 × 720).


Bagi badan, kami merasakan secara keseluruhan kedua-dua telefon pintar ini kelihatan baik. Poco M3 dengan badan bertekstur seperti kulit dan Oppo A53 muncul dengan badan berkilat dengan kesan kaca.


Kedua-dua telefon pintar juga mempunyai kamera belakang yang disusun secara menegak.


Perbezaannya ialah, pengimbas cap jari Oppo A53 diletakkan di badan belakang dan Poco M3 berada di sebelah kanan badan yang juga berfungsi sebagai butang kuasa.


Ketika dipegang, keduanya memberikan pengalaman yang tidak jauh berbeda, mengingat ukuran layar yang tidak jauh berbeda. Poco M3 memiliki rentang layar 6.53, sementara Oppo A53 berukuran 6.5 inci.


Untuk spesifikasi, Poco M3 menggunakan chipset Snapdragon 662 dan Oppo A53 mempunyai Snapdragon 460. Walaupun mempunyai chipset yang berbeza, kami merasakan pengalaman yang diberikan sama-sama baik.


Walaupun khusus untuk Oppo A53, telefon pintar ini menyokong kadar penyegaran 90Hz. Oleh itu, pengalaman ketika mengakses internet atau melayari media sosial, seperti Instagram terasa lebih lancar.


Tetapi untuk gambaran keseluruhan prestasi di atas kertas setiap telefon pintar, kami melakukan ujian penanda aras dengan aplikasi GeekBench.


Hasilnya, Poco M3 mencatatkan skor 312 untuk single-core dan 1,237 untuk multi-core. Sementara Oppo A53 mempunyai skor 253 pada single-core, sementara multi-core menghasilkan skor 1,154.


Semasa biasa bermain permainan, kami merasakan kedua-duanya dapat menjalankannya dengan lancar dan tidak ada kelewatan yang mengganggu. Hanya tetapan grafik semasa bermain tidak dapat ditetapkan ke kualiti tinggi.


Untuk diperhatikan semasa bermain permainan, kami mencubanya dengan bermain Mobile and League of Legends: Wild Rift. Kedua-dua telefon pintar ini juga dilengkapi dengan pembesar suara stereo untuk pengalaman multimedia yang lebih kaya.


Prestasi mereka disokong oleh bateri berkapasiti besar dengan ciri pengecasan pantas 18W. Poco M3 mempunyai bateri 6,000mAh, sementara Oppo mempunyai bateri 5,000mAh di A53.


Dengan kapasiti bateri itu, mereka berdua boleh digunakan untuk melakukan aktiviti sepanjang hari, dari mengakses media sosial hingga mendengar lagu, termasuk menonton video.


Untuk fotografi, keduanya memiliki konfiguras yang sama. Baik Poco M3 dan Oppo A53 memiliki tiga kamera belakang yang terdiri dari lensa utama, lensa makro, dan depth sensor.


Adapun untuk konfigurasinya, Poco M3 memiliki lensa utama 48MP, lensa makro 2MP, dan depth sensor 2MP. Sementara Oppo A53 memiliki lensa utama 13MP, lensa makro 2MP, dan depth sensor 2MP.


Secara keseluruhan, keduanya mampu menghasilkan gambar yang apik untuk di kelasnya. Namun keduanya memiliki karakteristik hasil foto yang sedikit berbeda.


Kami merasa warna yang dihasilkan Poco M3 terasa lebih vivid, sedangkan warna keluaran Oppo A53 cenderung warm. Sementara untuk foto malam hari, Night Mode absen di Oppo A53.


Berdasarkan ulasan di atas, Poco M3 dan Oppo A53 mampu memenuhi keperluan pengguna di segmennya, meski masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. 


Hal itu dapat dilihat dari kemampuan keduanya untuk melaksanakan tugas dalam aktivitas sehari-hari, seperti mengakses media sosial, menjelajah internet, hingga bermain gim. 


Bahkan untuk menikmati konten multimedia, Poco M3 dan Oppo A53 sudah dibekali stereo speaker yang membuat pengalaman yang dihasilkan lebih baik. 


Di samping itu, keduanya didukung bateri berkapasitas besar. Sejauh pengalaman kami menggunakan keduanya, daya tahan baterai yang dimiliki sangat baik.  


Terlebih, bateri yang besar itu didukung dengan kemampuan fast charging. Bahkan pada Poco M3, kapasitas bateri lebih besar membuatnya menjanjikan daya tahan lebih lama. 


Sementara dari spesifikasi, Poco M3 memiliki chipset yang sedikit lebih berbanding Oppo A53. Meski sebenarnya tidak terasa saat mengunakannya, perbezaan dapat dilihat pada hasil pengukuran benchmark. 


Layar Poco M3 juga sudah mendukung Full HD Plus. Oleh demikian, Oppo A53 memiliki layar dengan refresh rate 90Hz yang nyatanya membuat pengalaman mengakses konten terasa lebih mudah. 


Nah, bagaimana dengan kamu sendiri, pilih team Poco M3 atau Oppo A53?